Posted in Coretan

Pandangan Hidup

Apa yang akan dan telah kita persiapkan untuk mengarungi kehidupan ini? Jawaban sederhananya adalah moril dan materil. Keduanya memiliki peran masing-masing yang tak bisa terpisahkan. Dengan moril, kita akan terlatih untuk memiliki mental yang siap menerobos belantara kehidupan dalam medan apapun. Dengan materil, mampu mewujudkan keinginan-keinginan bendawi untuk menunjang kehidupan.

Pandangan jauh ke depan, cita-cita terselubung yang terbersit di dalam hati kecil merupakan wujud dari keinginan setiap kita agar bisa terhindar dari peliknya badai kehidupan yang bisa menjerumuskan kepada jurang kenistaan; terlebih jurang kesesatan yang dalamnya tak terhingga.

Seringkali kita mempersiapkan segala sesuatu hal agar terwujudnya kenikmatan saat menjalani kehidupan di dunia. Namun sudahkah kita mempersiapkan segala sesuatu hal agar terwujudnya kenikmatan setelah kehidupan di dunia; yaitu kematian?

Tidak hanya kehidupan saja yang harus dipersiapkan, namun kematian pun harus dipersiapkan. Tidak cukup hanya dengan moril dan materil saja untuk mempersiapkannya, tapi harus dibarengi dengan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai penyempurna dalam mempersiapkan kematian.

Kehidupan adalah perjalanan. Perjalanan menuju kematian. Hingga pada akhirnya akan dihidupkan kembali untuk dimintai pertangung-jawabannya. Dalam pada itu, segala kemungkinan bisa terjadi. Bisa menjadi baik ataupun bisa menjadi buruk. Adapun baik dan buruknya harus kita tentukan sekarang; saat ini saat menjalaninya; secara sadar ataupun tidak sadar.

Pandanglah terus ke depan, pandanglah disaat kita mampu memandangnya. Karena bila pandangan ini sirna, maka yang tersisa dari kita hanyalah tulang-belulang.

Leave a comment