Posted in Coretan

Menyerah Saja

Ketika segala urusan harus dituntaskan, dalam tempo lambat ataupun cepat, keduanya memerlukan sebuah proses. Proses adalah serangkaian peristiwa yang harus dijalankan untuk terciptanya tujuan. Proses dapat terjadi secara alamiah ataupun melalui pengendalian. Berbagai urusan yang dikehendaki ataupun datang secara tidak pasti. Hasil akhir dari sebuah proses adalah hasil. Hasil pun bisa berujung berhasil ataupun gagal. Dan hal sulit dari sebuah hasil adalah lebih mudahnya menerima keberhasilan daripada kegagalan. Adapun kemampuan menerima kegagalan dengan lapang dada merupakan salah satu dari tanda tercapainya keberhasilan.

Ketika seseorang berencana, kemudian menjalaninya. Maka halang rintang pun akan secara tak diundang menghampiri. Menjadi bumbu tersendiri yang menghasilkan racikan yang bisa saja menjadikan rasa pahit. Naluri pun bertanya : “Akankah melanjutkannya atau meninggalkannya?”. Jika niatnya tulus dan tujuannya mulya maka ia akan dengan sangat mudah untuk menepisnya. Menjadikan bumbu tersendiri yang menghasilkan racikan yang bisa saja membuatnya manis.

Giat bekerja, terus berusaha dan mampu menerima keadaan apa adanya dengan penuh lapang dada. Tak menghitung berapa kegagalan menghampiri. Namun berjuang meminimalisir kegagalan. Karena sakit akan terobati, terbebas dari penyakit “menyerah”. Menyerah berarti pasrah, menyerah berarti musnah. Sementara roda harus berputar, gunung terjal harus didaki, lautan luas harus diarungi. Jika tidak, maka sirna lah harapan, hilang lah penantian dan kegelapan akan menghampiri.

Berat memang berat. Namun itulah perjuangan. Sesuatu yang akan berat akanlah menjadi ringan jika dijalani, diusahakan, dinikmati dan diakui. Haruskah kita menyerah pada keputusasaan? Silahkan, lakukanlah. Namun kita tidak akan mendapatkan sertifikat kelulusan, penghargaan atas upaya dan pengakuan bahwa kita layak menjadi pemenang.

Akuilah, bahwa kita terlahir sebagai pemenang. Dan pemenang tidak akan terlahir jika menyerah.

Leave a comment