Posted in Coretan

Remaja

Sesekali kucoba untuk menghentikan langkahku untuk tidak memikirkan apa yang ada di dalam isi kepalaku. Kutertuju dan terpukau akan hebat dan dahsyatnya sebuah proses pertumbuhan. Pertumbuhan berarti perubahan, perubahan yang tidak menyeluruh dengan tidak menghilangkan jati dirinya.

Ada banyak fase yang bisa digali untuk menaklukkan kerumitan-kerumitan dalam proses pertumbuhan. Salah satunya di usia setengah matang. Usia yang memang rentan, usia penuh gejolak, usia penentu sikap. Sikap untuk bercabang, sikap untuk menjulang, sikap untuk membumi yang sulit untuk disibak tabir emasnya, tabir keunggulannya dan tabir hatinya.

Ini dan itu pun akan terngiang di pikirannya untuk merasa tertantang mencobanya, menguji nyali, menentukan sikap, merebut hal terpelik dalam pikirannya, terlebih membabi buta untuk menandai zonasinya. Saat itu pun keraguan akan datang menyelimuti, mencoba melemahkan sinyal-sinyal kemanusiaannya, mengisolir hati nuraninya, sehingga meluaplah gelora binalnya. Antara anjlok dan terpuruk sudah tidak ada bedanya. Antara terjaga dan terlelap sudah tidak bisa dibedakan.

Namun semua tak sama. Dalam proses pertumbuhan ada pula perkembangan. Berkembang secara fisik, berkembang secara naluri, berkembang secara memori, berkembang secara kreasi dan berkembang secara inderawi. Itu semua akan menepiskan elemen-elemen liar yang bersarang di dalam benaknya. Benak sebagai cikal-bakal seorang pemimpin. Namun jiwanya harus dipupuk dengan keadilan, dengan cinta kasih, dengan keilmuan dan diberikan finishing logika dan naluri. Naluri religi, naluri akhlak dan naluri ion positif.

Kenanglah dirimu saat ini wahai para remaja. Karena mengenang masa lalu tak bisa diedit. Mengenang masa ini mengandung arti bahwa apa yang akan diperbuat akan senantiasa berlandaskan logika dan naluri. Tidak sia-sia, tidak urakan dan tidak akan menjadi perdebatan. Masa ini adalah masa emasmu. Masa yang paling berharga untuk menyongsong hari tua. Tak bisa kembali, tak bisa diulang, hanya saat ini.

Sukamakmur, 19 Januari 2020

Leave a comment